Muntah Darah (Vomiting Blood)
Ini kejadian kemarin siang yang aku alami. Sebenernya udah dari pagi aku ngerasa gak enak badan terus kepala rasanya sakit banget. Saking gak tahannya aku sampe gelepakan ditempat sholat, tapi tetep aja gak mengurangi rasa sakit dikepalaku. Aku pikir mungkin setelah makan siang keadaan akan membaik, tapi gak taunya setelah aku makan semangkok bakso yg cuma tertelan 4 sendok langsung deh kejadian. Aku muntahin semua yang aku makan dari pagi sampai siang itu. SEMUANYA !!! and endingnya karena mungkin uda gak ada lagi yang musti dikeluarin jadi deh aku muntahin juga darah segar yg lumayan banyak banget. Asli aku kaget banget, ini bukan kejadian pertama wat aku. Sebelumnya aku pernah ngalamin juga. Waktu itu malem-malem sekitar jam 20.00 abis pulang kerja aku lagi sibuk bersih-bersih badan dikamar mandi terus aku mual and muntahin darah seger juga tapi gak banyak. Mungkin itu darah dari gusiku tapi jujur aku sempet worried juga, takut kenapa-napa. Tapi untunglah kata dokter Yudha itu cuma luka di tenggorokanku.
Tapi masalahnya sekarang beda, aku lagi hamil dan ini bikin aku bener-bener takut. Kalo emang dampaknya ke aku aja sih gak masalah aku terima tapi jangan sampai bayiku juga kenapa-napa. Penasaran akhirnya aku seach di google and nemuin yang kek beginian.
-Dan yang kedua bila darah yang keluar bewarna kecoklatan maka kemungkinan berasal dari lambung dimana darah sudah tercampur dengan asam lambung sehingga bewarna kecoklatan.
Mual dan muntah anda, apakah ada disebabkan hal lain? apakah sebelum ini ada riwayat maag? kalau ada riwayat maag, coba perbaiki pola makannya...
Bagaimana pola makannya?
Kemungkinan berbaha bagi janin rasanya tidak yah, tapi kalau keluhan ini berlanjut, segera dibawa ke dokter yah...
Bagaimana pola makannya?
Kemungkinan berbaha bagi janin rasanya tidak yah, tapi kalau keluhan ini berlanjut, segera dibawa ke dokter yah...
Ini yang paling aku takutkan,
Pre-eklamsia adalah tekanan darah yang tinggi dan kelebihan kadar protein dalam urin. Ini hanya bisa terjadi selama kehamilan atau segera setelah persalinan. Untungnya, sebagian besar kasus bersifat ringan. Ia menyerang hanya 1 dari 14 ibu, dan jarang menjadi lebih serius.
Bila Pre-eklamsia terjadi di minggu-minggu akhir kehamilan, dokter akan mengambil tindakan untuk segera mengeluarkan bayi. Tapi bila pre-eklamsi terjadi di awal kehamilan, maka dokter akan berusaha memperpanjang kehamilan sampai bayi dianggap telah cukup kuat untuk lahir.
*Tekanan darah naik (hipertensi) dan kadar protein dalam urin berlebihan (proteinuria), setelah kehamilan mencapai 20 minggu.
* Sakit kepala.
*Masalah penglihatan, termasuk kebutaan sementara, pandangan buram dan lebih sensitif pada cahaya/silau.
*Nyeri perut bagian atas, biasanya di bawah rusuk sebelah kanan.
*Muntah.
*Pusing.
*Volume urin berkurang.
*Berat badan naik cepat, biasanya di atas 2 kg per minggu.
*Pembengkakan (edema) pada wajah dan tangan.
Siapa yang berisiko mengalaminya?
* Wanita berusia di bawah 20 atau lebih dari 35 tahun.
* Obesitas, indeks massa tubuh 35+.
* Sebelumnya memiliki kondisi medis yang memicu pre-eklamsi – seperti diabetes, tekanan darah tinggi, lupus, penyakit ginjal dan migren.
*Wanita dengan kehamilan pertama.
*Kehamilan kembar.
* Jarak antar kehamilan terlalu jauh- lebih dari 10 tahun.
*Riwayat pre-eklampsia – jika Ibu, orangtua, atau saudara perempuan Ibu pernah mengalami pre-eklampsia sebelumnya.
Pencegahan
Karena salah satu faktor pencetus Pre-eklampsia adalah obesitas, sebaiknya Ibu menjalankan pola makan sehat dengan menu seimbang.
Idealnya pola makan sehat sudah Ibu lakukan sejak sebelum hamil atau ketika merencanakan kehamilan. Tapi, sekarang pun belum terlambat.
Pola makan sehat ini bukan diet. Karena Ibu hamil tidak disarankan berdiet. Tanyakan pada dokter apa yang seharusnya Ibu konsumsi. Atau diskusikan hal ini dengan tim ahli Club Nutricia.
Jangan lupa, tepati jadwal kunjungan ke dokter untuk memeriksa tekanan darah dan urin.
Pre-eklampsia ringan
Beruntunglah bila Ibu hanya mengalami pre-eklamsia ringan. Kondisi ini tidak selalu memerlukan obat tapi hanya pemeriksaan rutin kehamilan. Pemberian obat atau suplemen tidak mencegah pre-eklamsi tetapi membantu mengontrol kondisi Ibu.
Pre-eklamsia serius
Jika Ibu didiagnosa mengalami pre-eklampsia yang lebih serius, Ibu akan disarankan beristirahat di tempat tidur atau bahkan mungkin dirawat di rumah sakit.
Ibu juga akan diperiksa setiap hari untuk melihat tekanan darah dan pemantauan perkembangan bayi Ibu. Jika Ibu atau bayi Ibu berada dalam kondisi serius, kemungkinan dokter melakukan induksi, atau melakukan bedah sesar. untuk menyelamatkan Ibu
Sementara ini aku belum tahu pasti karena apa and gimana kondisinya, aku juga gak berani ngomong ke siapa-siapa. Aku gak mau nggrepoti semua orang apalagi buat hubby khawatir. Dia sangat menginginkan bayinya.
Huft GOD, if there is something happen with me please JUST SAVE my BABY. I don't care with my self but please save my baby for me and for my hubby. Aminn!!
Love
- fLa -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comment